MENGHADAPI PERILAKU NEGATIF ANAK DAN REMAJA

CAKRAWALA MUDO #10

MENGHADAPI PERILAKU NEGATIF ANAK DAN REMAJA

 

Seorang tokoh pernah mengatakan, jika bumi adalah sebuah papan catur, maka tahukah engkau siapa rajanya? Ialah anak-anak. Embrio pemegang mimpi-mimpi masa depan bangsa yang masih murni. Maka jaga dan rawatlah proses tumbuh kembang mereka menjadi seorang tokoh bangsa yang besar. Dampingi proses pendidikan mereka dengan baik, agar jiwa yang masih bersih trsebut terisi dengan hal-hal yang baik dan berguna. Berlandaskan hal yang demikian, maka ditetapkanlah 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional oleh Presiden Republik Indonesia yang ke-2, Ir. Soeharto.

Momentum hari anak 23 Juli lalu mengingatkan kita betapa vitalnya perlindungan bagi anak yang juga menampar kita akan kejadian yang menimpa Yuyun, seorang remaja yang bertempat tinggal di Padang Ulak Tanding, Kabuaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Yuyun tewas usai diperkosa 14 pemuda dalam keadaan mabuk sehabis minum tuak. Kekerasan seksual, pornografi, dan obat-obatan terlarang merupakan salah satu contoh dari perilaku negatif yang mengelilingi dan rentan memberi pengaruh pada anak-anak dan remaja. Lantas, bagaimana langkah pencegahan maupun pengobatan yang baik bagi yang telah tertular? Berikut ulasan Ani Khairani, M.Psi mengenai bagaimana menghadapi perilaku negatif tersebut dari tinjauan psikologi.

Kekerasan seksual dan pornografi merupakan suatu hal yang dapat menyebabkan terjadiny kerusakan otak. Berdsasarkan penelitian dari Yayasan Buah Hati dan beberapa psikolog yang sudah menangani kasus-kasus demikian, kekerasan seksual penyebab utamanya adalah konsumsi pornografi. Jika kerusakan otak tersebut terjadi, maka beberapa dampak yang disebabkan adalah ebagai berikut:

1. Kerusakan pada Prefrotal Cortex (PFC)

PFC merupakan tempat untuk:

a. Moral dan nilai ditempatkan

b. Bertanggung jawab untuk perencanaan masa depan dan mengorganisasi diri

c. Penunda keinginan dan pengendali emosi

d. Pengaturan emosi dan pegontrolan diri

e. Matang di usia 20-25 tahun.

2. Banjirnya Hormon Dopamin di bagian System Limbic

a. System Limbic adalah pendukung PFC untuk merasakan kesenangan dan

b. Jika kesenangan itu tidak dapat dikendalikan oleh PFC maka akan membanjiri System Limbic dan pada akhirnya System Limbic akan kehabisan hormon Dopamine yang menyebabkan otak menagih terus menerus.

c. Kerusakan ini diibaratkan seseorang yang menaiki mobil yang berjalan kencang dan kemudian menabrak pohon, mobil yang hancur itu pun tidak mampu melindungi manusia yang berada di dalamnya.

d. Dari keseluruhan 6 bagian otak maka kerusakan akibat pornografi ini mencapai 5 bagian otaknya, sementara sel otak merupakan sel yang tidak dapat melakukan pembaharuan.

e. Jika sel tersebut rusak dan mati, maka berkuranglah jumlah sel tersebut.

Jika PFC telah mengalami kerusakan sangat susah untuk dilakukan pengobatan agar kembali seperti semula. Namun bukan berarti tidak mungkin, asalkan ada kemauan da perjuangan yang besar.

Batas kerusakan atau kecanduan tersebut terjadi , jika dengn 33-36 ejakulasi tanpa ada hubungan seksual. Kalau sebelum 33 kali masih lebih mudah dibetulkan. Jika berlebih atau lewat, maka dia akan berbuat hal-hal yang dapat mengarahkan anak tersebut kepad mencari objek seks yang dapat ia kerjakan.

Jika sebelum ini telah ditangani, maka ada kemungkinan bisa kembali sehat. Tetapi jika berlanjut labi lebih parah, lambat laun ingatan terhadap dirinya sendiri akan mengalami kerusakan dan tak sedikit kasus dimana korbannya menjadi psikopat.

Adapun ciri-ciri seseorang tersebut kecanduan pornografi adalah sebagai berikut:

1. Mengurung diri dan menghabiskan waktu dengan games dan internet di dalam

2. Bila ditegur dan dibatasi bermain gadget dia akan marah, melawan, berkata kasar

3. Mulai implusif, berbohong, jorok, dan mencuri.

4. Sulit berkonsentrasi.

5. Prestasi akademis menurun.

6. Jika bicara menghindari kontak mata.

7. Malu tidak pada tempatnya.

8. Menyalahkan orang.

9. Main dengan kelompok tertentu saja.

11. Harus memperoleh apa yang diinginkan.

Pengaruh langsung dari pornografi adalah sebagai berikut:

1. Selfie

2. Sexting

3. Masturbasi

4. Pacaran

5. Oral Seks

6. Pergi ke lokasi pemerkosaan

7. Incest

8. Seks dengan binatang

Kiat pencegahan yang dapat dilakukan mulai dari sekarang diantaranya dengan cara:

1. 7 pilar pengasuhan anak

2. Dual parenting: Ayah harus terlibat.

3. Tetapkan tujuan pengasuhan dan sepakati

4. Komunikasi yang baik, benar, dan menyenangkan.

5. Orang tuan yang enaamkan nlai agama

6. Menyiapkan masa baligh

7. Bijak memanfaatkan teknologi

Selanjutnya, jika terlanjur terjebak perilaku negatif, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki, diantaranya:

1. Bagi Korban

a. Menggunakan metode psikoterapi: Disosiasi dan Refarming Disosiasi adalah menghilangkan “pain” yang diasosiasikan pada “event” yang pernah terjadi, bantu klien untuk dapat memaafkan kesakitan yang dulu dan menerima rasa sakitnya, sehingga menjadi netral. Ketika sudah berhasil, maka lakukan refarming, untuk memasukkan sugesti positif pada anak tersebut, bahwa hidup ini akan tersu berjalan, jadikan sisa hidup ini untuk kebaikan-kebaikan yang belum sempat dilakukan.

b. Beberapa korban malah lebih banyak berhasil untuk menanggulangi pain ketika peristiwa itu terjadi, “namun masalah terjadiketika saat sulit tersebut orang tua tidak “stand-up” untuk dirinya. Sehingga peran orang tua untuk mendampingi dari awal sampai akhir menjadi hal penting.

2. Bagi Pelaku

a. Dapatkan rekomendai ahli terhadap kondisi klien. Jauhkan kesempatan dia untuk kembali melihat pornografi.

b. Jauhkan sumbernya.

c. Ajak untuk belajar menundukkan pandangan.

d. Bertahap perlahan untuk mengembalikan dia dan menyadarkan bahwa kehidupan ini bukanlah kehidupan sebenarnya, orientasi akhirat perlu

e. Family therapy, bhwa seluruh keluarga harus membantunya, mendapinginya, menguatkan dan menjadi pembelanya kapanpun diperlukan.

f. Bersama-sama seluruh keluarga mengembalikan standar pandangan kita terhadap kehidupan ini menggunakan cara pandang yang berorientasi pada maha pencipta dan alam akhirat kelak.

Kekerasan seksual dan porografi ini menyebabkan tidak hanya kerusakan fisik, namun juga kekerasan mental dalam bentuk perilaku menyimpang. Pendidikan seksual itu pada dasarnya dimulai dengan mengenal diri sendiri, yang secara zahir fisiknya seperti apa, ini memberi pemahaman kepada anak tentang perbedn jenis kelamin. Tahap kedua kenalkan tentang tanggung jawab terhdap tubuhnya, bagaimana menjaga kebersihan dan auratnya, kemudian menanamkan kepada mereka rasa malu.

Memandang anak-anak terlahir ke dunia ini berbeda-beda dan setiap anak adalah unik, seperti halnya ada anak yang berkebutuhan khusus (ABK) pada dasarnya hal yang dilakukan sama. Namun metode penyampaian kepada anak-anak tersebut yang mungkin dikondisikan agar mampu diterima anak dengan baik.

Lingkungan pornografi dapat masuk ke dalam lingkungan anak salah satunya didukung oleh kecanggihan teknologi. Oleh karena itu, orang tua harus bijak dalam memberi anak kebebasan menggunakan fasilitas tersebut. Silakan beri anak gadget jika:

1. Sudah matang secara emosi, cirinya adalah bisa mengendalikan keinginan.

2. Sudah ada kesepakatan sebelumnya sehingga penggunaan bisa dibatasi.

3. Komitmen orang tua untuk selalu meantau anak menggunakan gadget.

4. Memberikan alternatif kegiatan di waktu luang anak selain gadget.

Selain peran dari orang tua, guru sebagai tenaga pendidik juga memiliki peran penting dalam hal ini. Guru bukanlah seorang pengajar, akan tetapi guru adalah seorang pendidik. Sama perannya dengan orang tua, anak murid adalah anak mereka pula. Perjuangan mereka menjaga anak didik sama beratnya dengan perjuangan orang tua menjaga, mendidik, melatih, serta menbina anak-anaknya.

Namun, jika anak terlanjur melakukan kesalahan dan mereka menyadarinya, beri anak selftreatment untuk mengendalikan keinginannya, beberapa diantaranya:

1. Rasa senang yang tidak pada tempatnya dialihkan pada rasa senang yang lain.

2. Kuat dalam tekad bahwa dia akan melepaskan segala kegiatan yang tidak baik

3. Bisa meninggalkan barang-barang gadgetnya dan cukup menggunakan

4. Dalam menuju proses ini, anak-anak butuh pendampingan penuh dri orang tua.

Penguatan, pengingatan, pelukan, perhatian, dari orang-orang terdekatnya yang memahami bahwa melepas kecanduan merupakan perjuangan yang Perintah maupun larangan tersebut sebaiknya diberikan dengan cara sentuhan dan tancapkan pada pemahaman yang mendalam kenapa orang tua melarang, kenapa harus diberi aturan, dna sebagainya. Alasan-alasan atas jawaban mengapa itu harus diberikan dengan sabar dan bertahap.

“Incharge pada dunia anak, sesungguhnya orang tua dan tenaga pendidik lainnya sedang menyiapkan seorang ahli surga. Itu yang harus ditanamkan pada diri kita. Sehingga ketika kita berperan sebagai orang tua, guru, konselor, tetap pada jalur bahwa kita menyiapkan mereka untuk menjadi ahli surga.”

Selanjutnya timbul pertanyaan, mengapa kasus ini kebanyakan menimpa kaum adam sebagai pelaku, seperti contoh kasus Yuyun tersebut? Hal ini disebabkan karena laki-laki memiliki kelemahan di mata, maka dari itu perintahnya adalah menundukkan pandangan. Sementara itu pula, alay kelaminnya berada di luar tubuh yang sangat mudah untuk dirangsang. Anak laki-laki yang mengalami kerusakan otak sebelum usia 21-25 tahun akibat pornografi, mereka akan menjadi customer loyal seumur hidup bagi para pebisis pornografi, yang pad akhirnya dapat memiliki keterkaitan dengan bisnis senjata gelap.

Pada tahun 2009 pakar yang menangani addiction pornografi, Prof. Donald dari US menyarankan salah satu cara sebagai bagian prevantif pornografi adalah menundukkan pandangan.

Satu hal lain yang perlu diketahui bahwa setengah dari para pelaku pemerkosa Yuyun, mereka memiliki dendam kepad ibu, karena sering dimrahi, tidak pernah dihargai, dianggp nakal, dn lain-lain. Jadi ketika memperkosa yang diingan adalah menyakiti wanita yang diasosiasikan pada ibunya yng dibenci.

Lantas bagaimana dengan pendekatan yang dapat dilakukan untuk lingkungan yang terbiasa dengan kriminlitas yang tinggi seperti mabuk-mabukan, mencuri, begal, dan sebagainya yang sebgaian besar pelauknya adalah remaja. Jika yang terjadi demikian, biasanya mereka memiliki kelompok, maka sasaran pendekatan yang utama adalah kepala atau pemimpin kelompok tersebut. Hal ini harus menjadi pemikiran dan penanganan menyeluruh dari orang-orang yang in charge di daerah tersebut dengan menggandeng pemerintah daerah.

Banyak kiat yang dapat dilakukan untuk menjaga dan melindungi anak dari beragam bahaya yang mengancam. Perlindungan tersebut diawali dari lingkungan primer anak itu sendiri, yaitu keluarga. Bagaimana cara orang tua mendidik anak adalah hal vital yang menentukan seberapa jauh anak mampu bertahan pada garis aman ketika terjun ke lingkungan yang lebih besar. Jaga dan rawatlah bibit-bibit murni tersebut agar dapat tumbuh dengan sempurna. Bangsa dan seluruh masyarakat yang telah dewasa bertugas untuk mengayomi mereka. Hancur anak-anak saat ini, maka hilang mimpi besar suatu negara 40 tahun ke depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s