MENJADI MAHASISWA BERPRESTASI

Salam muda Bengkulu, salam generasi cendikia Bumi Raflesia.
Kali ini Komunitas Mudo Bengkulu Kito akan membahas sesuatu yang menarik untuk sahabat mudo sekalian. Pada Camkoha Sharing 3 ini, Mudo Bengkulu Kito mengundang dua pembicara super yang menyandang gelar sebagai mahasiswa berprestasi. Siapa sih yang tidak ingin menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya?
Nah, dua orang pembicara kita pada Camkoha Sharing 3 adalah Kak Putri Ardila Mounda dan Kak Pofi Putri Utami.
Putri Ardila Mounda, yang akrab disapa Dila pada saat dia masih bersekolah di Curup, dan terkenal sebagai Mounda sejak ia menduduki bangku kuliah. Kak Mounda saat ini adalah mahasiswa di bangku semester 8 Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia. Kesibukan yang dijalani Kak Mounda saat ini adalah aktif dalam penelitian skripsi (aktivitas kece mahasiswa tingkat akhir :D). Selain itu, Kak Mounda juga masih memegang amanah sebagai duta lingkungan hidup kota Depok 2015, serta masih aktif sebagai anak didik di XL Future Leaders Batch 3.
Pembicara yang kedua adalah Pofi Putri Utami, atau akrab disapa Pofi. Kak Pofi adalah mahasiswa S1 Fisika Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Kesibukan Kak Pofi saat ini tidak jauh berbeda dengan Kak Mounda. Berjuang menaklukan rintangan untuk menyelesaikan suatu hal bernama Skripsi. Yups! Kak Pofi saat ini juga menyandang status sebagai mahasiswa semester 8. Selain rutinitas mutlak sebagai seorang mahasiswa tersebut, Kak Pofi saat ini juga meng-handle 2 komunitas yang ia dirikan di Sumatera Selatan, yaikni komunitas Anak Jalanan dan komunitas Seniman Jalanan Melesat. Selain itu, Kak Pofi masih terdaftar sebagai koordinator dan kepala departemen di beberapa organisasi dan komunitas seperti Nanoclub, American AssociationPetroleum Geo (AAPG), komunitas Sains dan sebagainya. Nah, di kampusnya, Kak Pofi juga masih menjadi tentor pelatihan bahasa Inggris dan masih tergabung dalam persatuan motivator muda sumatera selatan.
Bagaimana sahabat mudo, sudah ada kembang api yang rasanya meletus dalam dada? Tahan dulu ya, karena pengalaman mereka akan memamncing semangat sahabat mudo kian membara.
Nah, sahabat Mudo pasti penasaran, bagaimana kakak kakak ini bisa menjadi mapres. Yuk simak penagalaman mereka.
“Pertama saya sharing mengapa saya memutuskan untuk menjadi mahasiswa berprestasi. Saya akan mulai dengan cerita pengalaman saya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kampus Perjuangan. Honestly, pertama kali sayabertemu teman-teman mahasiswa baru lainnya, saya merasakan saya bukanlah apa-apa. Ya, saya sangat minder waktu itu. Sebagai anak daerah, yang saya pikirkan saat itu adalah teman-teman lain jauh lebih segala-galanya. Lebih pintar, lebih jago ngomong, lebih kaya, lebih percya diri, lebih stylish, dan juga lebih cantik/ganteng wkwk.
Beberapa minggu pertama, itulah yang menetap dipikiran saya, saya hanya jadi pengamat teman-teman yang lain, nothing special, senyum-senyum sendiri (bukan berarti gila ya, haha), intinya belum berani untuk show off dan menunjukkan potensi diri. Akhirnya, sampai di satu titik di mana saya merenungi semua itu, kira-kira logika saya saat itu seperti ini: sudah banyak yang saya korbankan untuk berada di tempat saya sekarang. Yang paling saya pikirkan adalah mengorbankan waktu kumpul bersama keluarga. Sebagai anak rantau, saya harus rela jauh dari keluarga, harus mandiri, sendiri, homesick, dan lainnya. Sejak saat itu saya bertekad bahwa satu detik waktu berkumpul bersama keluarga tercinta yang saya korbankan demi berada di UI, harus saya pastikan satu detik itu dilakukan untuk hal yang bermanfaat. Dalam hal ini berkarya dan berprestasi. Sejak saat itu saya merasakan ada energi yang sangat kuat yang menggerakkan saya. Daftar lomba sana sini, daftar conference sana sini, ikut kegiatan sosial, organisasi, dan lainnya. Hingga mengantarkan saya menjadi mahasiswa berprestasi, sebagai kado spesial buat orang tua” Jabar Kak Mounda.
Tak jauh dengan pengalaman Kak Mounda, Kak Pofi pun merasakan hal-hal yang luar bisa dalam perjalanannya meraih gelar mahasiswa berprestasi.
“Berawal dari tiga lembar kertas saat baru masuk kuliah, mapres tidak masuk dalam daftar mimpi saya. Sebab, sama seperti Mounda, mapres jauh sekali dari jangkauan saya. Itu yang saya rasakan pada saat itu. Pada kahirnya, saya hanya mengupayakan berbagai lomba, konferensi, training, PKM, olimpiade, dan sebagainya. Hingga ketika semester 6, jurusan meminta saya mengikuti kompetensi ini. sahabat dan semua rekan juga turut mendukung. Hingga disegala lini FMIPA saat itu men-support penuh. Dengan sedikit kecemasan akhirnya saya memuuskan untuk ikut.
Di tingkat jurusan saya terpilih menjadi perwakilan jurusan Fisika untuk pemilihan mapres tingkat fakultas. Di fakultas, saya memiliki pengalaman unik , dimana tema karya tulis ilmiah disamakan dengan tema pemilihan mapres tingkat nasional. Sedangkan tema KTI saya tentang robot. Drop, frustrasi, tapi harus tetap yakin. 12 teman saya hilir mudik membntu mulai dari mencetak, jilid, dan sebagainya. Sebab deadline pengumpulan berkas 4 jam lagi. Oke, akhirnya 1 jam sebelum deadlin, KTI saya yang sesuai dengan tema fakultas rampung. Tapi, resume belum selesai. Karena resume saya dalam bahasa inggris. Sedangkan yng diminta selain bahasa itu. Sempat terpikir untuk membuat resume dalam bahasa rejang (haha, bercanda). Akhirnya 1 jam terisa saya buat dalam bahasa Jepang, dn segera dikoreksi dosen yang expert bahasa Jepang.”
Luar biasa bukan perjuangan dua anak muda Bengkulu ini sahabat Mudo. Bagaimana, masih mau jadi mahasiswa kupu-kupu? Rugi dong. Membayangkan pengalaman dua orang pembicara kita yang luar biasa, sahabat Mudo pasti penasaran mengenai persayaratan yang harus dipenuhi kakak kakak kita ini kan?
Nah, persyaratan untuk mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi ini biasanya tidak jauh berbeda di setiap kampus, karena berpatokan pada persyaratan seleksi mahasiswa berprestasi tingkat nasional, antara lain:
1. IPK
2. CV beserta buktinya (sertifikat, surat keterangan, dll)
3. Karya Tulis Ilmiah (Sesuai dengan format Dikti)
4. Resume KTI dalam bahasa Inggris.
Setelah pengumpulan berkas, maka akan dilaksanakan seleksi mapres untuk tingkat fakultas dan akan terpilih mapres 1, 2, dan 3. Mahasiswa yang terpilih sebagai mapres 1 atau mapres utama di fakultasnya akan ikut bersaing di tingkat universitas dengan mapres utama dari fakultas lain. Selanjutnya, mahasiswa yang terpilih sebagai pemenang di tingkat universitas akan lanjut bersaing pada tingkat nasional dengan mahasiswa berprestasi utama dari universitas lainnya di seluruh Indonesia.
Nah, bobot penilaian yang diberikan adalah, 20% IPK, 30% KTI + Presentasi dalam bahasa Inggris, 25% prestasi yang diunggulkan, dan 25% Kemampuan bahasa asing.
Untuk mengikuti kompetisi mahasiswa berprestasi memang susah-susah gampang. Karena nantinya kita akan berjumpa dengan orang-orang yang memiliki kualitas dan segudang hal-hal ajaib yang diberikan. Maka dari itu, selain persyaratan tadi, ada beberapa hal yang tidak kalah penting harus kita persiapkan, antara lain:
1. Niat dan Komitmen
Untuk mengikuti suatu kompetisi, kita harus memiliki niat yang kuat. Karena semakin besar niat, maka semakin besar pula usaha kita untuk mewujudkannya.
2. Strategi
Selayaknya ingin berperang, kita harus mempunyai strategi jitu untuk menyingkirkan musuh dan menjadi pemenang. Misalnya, kita harus tahu hal-hal apa saja yang bisa membuat kita menang. Dalam hal ini, kita harus tahu detail penilaian mapres seperti yang sudah dijelaskan di atas. Nah, untuk mencapai nilai maksimal pada setiap untuk setiap bobot, kita juga harus memiliki strategi yang baik.
3. Sharing sebanyak-banyaknya
Dengan cara bertanya dan mendengar pengalaman orang-orang yang pernah mengikuti seleksi mapres, kita bisa belajar dan menciptakan pola kita sendiri. Karena dengan mendengarkan pengalaman, kita akan mendapatkan insight baru.
4. Buat plan yang memotivasi diri
Catat detail agenda yang akn kita laksanakan untuk mempersiapkan diri mengkiti seleksi mapres. Misalnya dari sekarang (apa lagi yang masih semester muda) catat agenda seminar, kompetisi, training, dan sebagainya yang akan kita ikuti, setelah di catat jadwalnya, tentunya diikuti dong 😀 hehe
5. Konsisten
Kalau niat kita sudah kuat, usahakan keinginan itu tetap bertahan. Karena itu merupakan bagian dari cita-cita kita yang sudah susah payah kita rancang. Jadi jangan sia-siakan diri sendiri dengan menyerah saat di tengah perjalanan ya sahabat Mudo 
So, apa yang akan sahabat Mudo lakukan setelah ini? Jadilah mahasiswa sejati, bukan mahasiswa abadi. Lakukanlah sesuatu yang bisa membuat diri kita berkembang dan menjadi beda dari sebelumnya. Sukses hanyalah peristiwa, namun cara meraih sukses itu yang hebat. Sukses bagi setiap orang tidaklah sama, ada yang menganggap dirinya sukses ketika mampu menghasilkan uang banyak, meraih juara 1 di kelasnya, dan sebagainya. Maka sukses sebenarnya adalah ketika kita mampu bahagia saat kita akan meraihnya. Sehingga kita tidak pernah menjadikan diri kita parameter untuk orang lain. Tetap semangat dan jangan pernah lelah untuk berkarya. Karena manusia masih terus eksis di muka bumi, adalah karena mereka berpikir dan berkarya.
Salam Mudo Bengkulu, salam generasi cendikia Bumi Raflesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s