Karena Pendidikan dan Masa Depan Negeri Ini Tanggung Jawab Kita Bersama

Oleh :  Ferdi Syahdani, S.Pd (SM3T UNP Angkatan V Kabupaten Merauke)

 

Merauke, sekarang tidak lagi terasa daerah asing. Sudah terbiasa mendengar kata Merauke. Amat berbeda ketika dulu hanya meliahat di peta, televisi, stau bahkan dari lagu nasional “dari Sabang Sampai Mereauke”.Sekarang hampir setiap hari melihat plang atau tulisan di toko toko, kantor kantor ataupun sekolah yang bertuliskan Merauke.

Aku pernah berpikir impianku keliling Indonesia berakhir setelah berlayar mengelilingi Indonesia hingga ke Raja Ampat pada tahun 2014 melalui program Kapal Pemuda Nusantara Sail Raja Ampat yang di selenggarakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Ternyata Allah masih memberikan kesempatan padaklu untukmenginjakkan kaki ini di sisi bumi-Nya yang lain, Merauke. Kota/Kabupaten paling timur sdi Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini.Datang dengan visi dan misi yang berbeda dengan perjalananku sebelumnya.

SM3T, Sarjana Mendidik daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal. Program Kementerian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Kementerian Ristek dan dikti. Program inilah yang membawaku merantau jauh dari kampung halaman. Lama perjalanan sama dengan perjalanan ke Tanah Suci Mekkah.  Mengabdikan diri ke pelosok negeri dalam upaya pemerataan pendidikan di Indonesia. Menuju daerah yang terdepan, menggapai mereka yang terluar, membantu menggapai mimpi mimpi anak anak Indonesia yang tertinggal. Demi mewujudkan generasi emas Indonesia.

Distrik Ngguti Kampung Taga Epe, salah satu daerah pedalaman di Merauke. Daerah tanpa sinyal dan listrik. Semua penduduk yang tinggal adalah penduduk asli. Jangan berfikir mereka memakai koteka. Penduduk di sini sudah mengenal kemajuan. Di sinilah upaya pemerataan pendidikan ini dilakukan. Anak anak asli Merauke-suku marind yang berada di pedalaman  masih banyak yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung (Calistung). Bahkan yang berstatus siswa SMP pun banyak yang belum bisa calistung. Berbagai permasalahan yang terjadi di sini, mulai dari akses infrastruktur dan transportasi yang sulit menjangkau mereka, guru guru yang tidak berada di tempat, dan kondisi keluarga yang mengharuskan mereka membantu orang tua mencari makan ke hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari hingga menyebabkan lemahnya pendidikan dasar.

Sebagian besar anak anak pada awalnya kesulitan menerima pelajaran karena selama ini kurang menerima rangsangan pembelajaran. Sebelum datang guru SM3T ke daerah ini, anak anak datang ke sekolah hanya bermain saja karena sangat jarang guru berada di tempat tugas. Bahkan kepala sekolah datang ke sekolah hanya datang satu kali saat menjelang Ujian Nasional.

Yang berhak mendapatkan pendidikan bukan hanya kita yang berada di daearah Sumatera, Jawa,  atau daerah lain yang berada di daerah barat In donesia, tetapi anak anak Papua juga berhak mendapatkan pendidikan yang sama.  Memanggil pemuda dan pemudi Indonesia untuk berperan dalam memajukan pendidikan Indonesia. Meskipun dengan cara yang berbeda beda. Khususnya memajukan pendiidkan di daerah kita Bengkulu. Lakukan yang terbaik dengan cara langkah yang terbaik. Lebih cepat lebih baik, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Ini bukan kampanye ya. Karena pendidikan dan masa depan Negeri ini tanggung jawab kita bersama.

Salam MBMI

Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s