How to Balance : Academic vs Organization

Oleh : Ridho Muhammad Sakti (UI 2012)

 

Assalamualaykum wr wb teman-teman apa kabarnya? Semoga selalu dalam lindunganNya serta dimudahkan aktivitasnya ya

Perkenalkan saya Ridho Muhammad Sakti, saat ini mengemban pendidikan di semester 7 farmasi UI. Mohon doanya agar dapat menyelesaikan skripsi yang baru berjlan dengan lancar hehe

Sebelum saya memulai, sepertinya materi “SANGAT BERAT” hehe sampai saat ini saya juga masih belajar untuk Balance antara akademik dan organisasi. Senang sekali bisa belajar bersama teman-teman semua

Mengapa kita perlu balancing academic vs organization? Jawabannya sederhana karena kita ingin masa depan yang lebih baik, bukan?  hehe

Sedikit mengutip Statement Donald Trump yang memaparkan empat hal yang membuat kita dapat menjadi pribadi yang baik dan amazing.

 

  • Leadership
  • Soft skill (komunikasi, public speaking)
  • Relasi
  • Kompetensi

Empat hal ini belum pernah ditemukan dalam dunia pendidikan Indonesia secara penuh dan utuh (standar kompetensi kurikulum kita tidak mengacu kepada empat hal ini). Padahal dunia kerja membutuhkan empat hal ini

Hanya di akademis serta organisasi lah kita dapat memenuhi komponen leadership, softskill, relasi dan kompetensi.

Leadership, softskill, relasi lebih banyak ditemukan di dunia organisasi bukan akademis.

Itu kenapa dalam setiap undangan acara yang mengundang saya ke daerah daerah Indonesia , saya berani  katakan  memimpin  organisasi  satu tahun itu melebihi 144 SKS yang diberikan dunia akademis perkuliahan hehe

Buya Hamka dalam bukunya pernah berkata apa yang membedakan orang cerdas dengan orang pintar?

Orang pintar hanya memahami ilmu yang menjadi passion nya sedangkan orang cerdas lebih dari itu, ia dapat menyampaikan apa yang ada di benaknya serta mempengaruhi orang lain untuk mengikuti apa yang disampaikannya.

This is Public speaking or soft skill. Tidak banyak orang cerdas hari ini yang mumpuni ilmunya serta dapat berbagi dengan orang lain dengan gaya komunikasi yang baik dan diterima.

Itu mengapa Indonesia hari ini seperti ini ya? Hehe karena orang pintarnya hanya sibuk mengupgrade diri tanpa membantu permasalahan bangsa dan memberi solusi. Sebalikny orang yg biasa2 saja ingin berkontribusi justru menduduki posisi strategis dibangsa ini padahal kapasitas kompetensinya lemah

Coba kita lihat dosen di universitas masing-masing.  Dari pengamatan saya kurang lebih  sudah 24  universitas dari  22 kota yang saya kunjungi  minim sekali yang memiliki public  speaking yang baik padahal sumber ilmu  salah  satunya  dari dosen.  Hehe jadi sedikit cerita ya.

Sederhana mengapa kita harus aktif organisasi dan akademik bukan?

Mungkin ini saja belum cukup sebagai pengantar. Saya coba mengutip Riset National Association of College and Employer, USA, 2010 yang melakukan riset terhadap 457 pimpinan perusahaan di amerika. Hasilnya 20 kemampuan yang harus diupgrade :

 

  • Keahlian Komunikasi
    Kemampuan berperilaku Jujur (ntegritas)
    03. Kemampuan Kerja Sama
    04. Kemampuan Interpersonal
    05.Kemampuan penempatan diri/Etika
    06. Kemampuan menimbulkan motivasi dan inisiatif
    07. Kemampuan Beradaptasi
    08. Daya Analitik
    09. Pengoperasian Komputer
    10. Kemampuan Berorganisasi
    11. Berorientasi pada detail
    12. Kepemimpinan
    13.Kemampuan meningkatkan Percaya Diri
    14.Kemampuan berperilaku Ramah
    15.Kemampuan berperilaku Sopan
    16.Kemampuan bersikap Bijaksana
    17. Kemampuan akademik Indeks Prestasi (IPK>=3.0)
    18.Kemampuan berpikir Kreatif
    19.Keahlian membawakan Humor
    20. Kemampuan Entrepreneurship
    Sumber : National Association of College and Employer, USA, 2010

20 indikator ini dapat disederhanakan menjadi 4 pilar yang disampaikan donald trump. Lihat poin IPK hadir di urutan berapa? Yap saya rasa kita semua telah memahami tafsir poin ke 17 itu

Wah itu terlalu serius dan berat ya bahasanya. Sederhananya, 4 poin leadership, soft skill, relasi, kompetensi inilah yang harus kita upgrade . Salah satu caranya yaitu mencoba aktif di akademik dan organisasi hehe

Bagaimana cara aktif serta balance antara akademik dan organisasi?

Siapa Disini yang merasa waktu 24 jam per hari yang diberikan Allah kurang?

Siapa disini merasa “tubuh kita butuh membelah diri seperti amoeba agar dapat melakukan aktivitas banyak hal?

Itu Hal WAJAR! Apalagi mahasiswa super yang semua aktivitas ingin diikuti karena energi besarnya  mari kita lihat bagaimana keseimbangan akademik vs organisasi?

Analisis Permasalahan

1.Akademik ? Berkaitan erat dengan laporan, jurnal, tugas praktikum, tugas se abreg oleh dosen sehingga kita asyik dengan dunia tugas sendiri demi IPK yang lebih baik  Apalagi anak kesehatan tiada hari tanpa praktikum dan jurnal heheheh

Terkadang untuk melatih jiwa kompetitif dan meningkatkan kualitas karya kita dengan mendaftarkan diri dalam berbagai perlombaan saja sangat sulit karena tugas akademik yang banyak hehe

Semester satu saja sudah dibebani oleh beban akademik yang besar sehingga membuat kita tidak ada waktu untuk aktif organisasi

2.Organisasi atau komunitas? Nge bem, HMD, kepanitiaan, rapat membuat kita kebingungan mengatur waktu kita

– takut IPK turun, takut ga kepegang amanah

The Way :

  • Find Your Passion

Jika seseorang yang mencintai pekerjaannya maka dia telah mendayagunakan potensinya untuk beraktifitas, melaksanakan gagasan sekaligus mengaktualisasilkan dirinya.

Jangan ambil aktivitas yang tidak sesuai passionmu

  • Menjadi Muslim/muslimah produktif / rohani yang kuat

Aktivitas visi akhirat juga harus dibangun seperti sholat wajib, dhuha, tilawah)

Hal ini sangat penting untuk menjaga niat dan energi semangatmu dalam menjalankan aktivitas. Apalagi dengan sejuta kegiatanmu, pastinya stres, pressure, kesehatan akan terganggu maka dari itu kuatkan ibadah

Saya memegang prinsip :

Bisa jadi apa yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik bagiNya. Dan Terbaik bagiNya pasti terbaik untuk kita  Oleh karena itu kita harus selalu berserah diri kepadaNya

  1. Produktif

Sederhana = biasakan berpikir produktif, lakukan hal produktif sehingga produktif terpatri dalam sanubarimu hehe

4.Refleksi Diri (Evaluasi diri setiap harinya apakah sesuai dengan ekspektasi dan energi kita? Solusinya apa untuk esok hari yang lebih baik.Fokus

  1. Fokus Fokus disetiap aktivitas kita. Ketika sedang kuliah (Fokus Listen, Write, Review Materi Kuliah, Jika kamu termasuk sulit memahami pelajaran – Kolaborasi (Belajar kelompok, diskusi)

Saya mengadopsi cara belajar Orang Jepang “Selalu membaca buku disaat jalan, di kereta, bus (alat transportasi) serta mendengarkan rekaman dosen memberikan materi yang sebelumnya kita rekam.

Karena bnyak waktu kita habis terpakai ditempat umum seperti kereta, bus, menunggu antrian (apalagi daerah jakarta hehe)

Begitu juga dengan aktivitas lainnya usahakan fokus  Disaat sedang rapat ya rapat jangan mengerjakan tugas akademik pun sebaliknya  Agar optimal hasilnya hehe

6.Terjadwal (Rancang Life Plan)

Jadwalkan ! Catat di buku agendamu, tempel di lemari belajar, share dengan teman sevisimu .

Saya rasa semua orang tahu resep ini. Apa pun agendamu buat Jadwal! Tapi implementasinya sangat sulit

Ya, sampai detik ini saya juga sangat sulit mengikuti agenda yang saya susun 100% pasti ada bolong-bolongnya.  Apalagi kalo ga terjadwal bukan? Hehe

Cara sederhanany share jadwal aktivitasmu kepada teman sevisimu, alarm reminder, tempel dimeja belajar. Karena jadwal inilah yang membuat kamu akan selalu semangat

Sedikit cerita :

Hampir setiap sabtu dini hari jam 02.30 saya selalu berangkat keluar kota baik aktivitas organisasi, lomba, maupun diundang pembicara. Hari minggu pulang selalu sampai depok jam 01.00 dini hari sedangkan senin kuliah pagi hari jam 08 dst

Apalagi farmasi kuliahnya “Luar Biasa tunggang tungging “ hehe saya yakin teman2 yg lain juga tapi dari SMA saya telah membiasakan pola hidup terjadwal alhamdulillah semua aktivitas dapat berjalan .

Ketika lelah dengan aktivitas organisasi, buka hp ada grup keluarga yang mengingatkan kita, ada grup yang mengingatkan tugas kuliah, ketika sibuk dengan aktivitas kuliah ada grup lomba yang ngajak lomba, ketika asyik persiapan lomba ada grup basket,renang olahraga yang mengajak. Begitu juga dengan grup pecinta dhuha, pecinta sholat tepat waktu. Apalagi saat ini saya hadir digrup ISMAFARSI Luar Biasa dimana anak2nya cerdas n berprestasi, Rumah Kepemimpinan PPSDMS atmosfer 4 jati diri muslim produktif, mahasiswa berprestasi, aktivis pergerakan n kekeluargaanny sangat melekat serta grup Forum OSIS Nusantara Calon pemimpin Indonesia dengan segudang aktivitas n prestasinya. Grup2 ini selalu menjaga semangt saya seolah-olah energi ini selalu mengalir hehe

Poin nya adalah Lingkungan sekitarmu (teman, sahabat,)

MASIH . . .

Takut Organisasi Menyita Waktu Hidupmu

Tugas akademik yang banyak membuat kita “Malas Organisasi”

Balancing academic and organization?

Belajar, Lomba, Rapat, diskusi every day . Kapan Bermain? Kapan senang-senang? Kapan tidur?

SEMUANYA TERJADWAL !

Sebagai manusia kita butuh hiburan, belajar, diskusi, tidur, karaoke hehe

The Point to get balance academic and organization, Become Great Future Generation is GOALS

MAKE YOUR LIFE PLAN , DETAIL !

Konketnya bagaimana?

Ada yang mau share kehidupan 24 jam nya disini? Hehe saya coba share kegiatan saya besok ya

04.00-05.00 Ibadah (subuh, wbs, tilawah)

05.00-06.00 Update Berita TV

06.00-07.00 Belajar Persiapan presentasi nutrasetika

08.00-10.00 Fiksasi Konsep, Roundown, proposal fundraising LKMMF nasional ISMAFARSI

10.00-12.00 Membaca Buku

12-12.30 Ibadah

13.00-17.40  kuliah

20.00-22.00 Taekwondo

22.30 – 00.00 Belajar Kimia Zat Toksik

00.00- 01.00 Tugas Rutin Sekjen

01.00-01.30 Persiapan Kuliah Besok

Itu draft kasar kegiatan saya besok hehe mudah2n kita semua dapat mengatur waktu kita bukan diatur oleh waktu

Itu contoh simpelnya hehe belum lagi klo ada kompetisi, deadline menulis, nyusun materi untk jadi pembicara, coaching writing online , kajian, ujian , asistensi kita semua harus masukkan ke jadwal

Saya yakin teman-teman sudah mengetahui apa yang saya sampaikan.

Namun, diantara kita tentu masih sangat sulit merealisasikannya.

Saya menyadari, Apa yang saya smpaikan memantul kembali kepada saya agar konsisten dan komitmen menjalankan apa yang sudah dirancang hehe

Mohon maaf jika ada kata yg kurang berkenan.

Kita semua percaya bahwa kesuksesan datang karena persiapan. Yuk sama-sama atur kehidupan kita

 

 

Salam Pemimpin Muda,

 

Ridho Muhammad Sakti

Advertisements

One thought on “How to Balance : Academic vs Organization

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s